Selamat Datang Generasi Muda Penerus Bangsa Melawan walaupun Tertawan...
Jangan Pernah Ragu dan Takut Memperjuangkan Kebenaran... Katakan Merah jika itu MERAH, Katakan Putih jika itu PUTIH.. Teriakkan Salam Kebebasan Berpikir....

Hidup mahasiswa..
Hidup Manajemen..
Jayalah HMM ku..

Selasa, 06 Mei 2008

Hakikat Kepemimpinan

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu membutuhkan adanyapemimpin. Di dalam kehidupan rumah tangga diperlukan adanya pemimpin atau kepala Keluarga. Di sebuah Negara ada Presidennya.Ini semua menunjukkan betapa penting kedudukan pemimpin dalam suatumasyarakat, baik dalam skala yang kecil apalagi skala yang besar.Dari pengantar di atas, terasa dan terbayang sekali betapa dalampandangan terhadap "pemimpin" yang mempunyai kedudukan yang sangat penting, karenanya siapa saja yang menjadi pemimpin tidak bolehdan jangan sampai menyalahgunakan kepemimpinannya untuk hal-hal yangtidak benar.Karena itu, para pemimpin dan orang-orang yang dipimpin harus memahamihakikat kepemimpinan dalam pandangan yang mendalam sbb :
1. Tangung Jawab, Bukan Keistimewaan.Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembagaatau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya,.Bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Allah. Oleh karenaitu, jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak bolehmerasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harusdiistimewakan dan ia sangat marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya.
2. Pengorbanan, Bukan FasilitasMenjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan ataukesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.Karena itu menjadi terasa aneh bila dalam anggaran belanja negara ataupropinsi dan tingkatan yang dibawahnya terdapat anggaran dalam puluhan bahkan ratusan juta untuk membeli pakaian bagi para pejabat, padahal ia sudah mampu membeli pakaian dengan harga yang mahalsekalipun dengan uangnya sendiri sebelum ia menjadi pemimpin atau pejabat.
3. Kerja Keras, Bukan Santai.Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi danmengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dankesejahteraan.Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhandan optimisme.
4. Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadipemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnyaOleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayananterhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk membohongin rakyatnya apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya.Bila pemimpin seperti ini terdapat dalam kehidupan kita, maka ini adalah pengkhianatan yang paling besar.
5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjaditeladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebenaran..Dari penjelasan di atas, kita bisa menyadari betapa penting kedudukanpemimpin bagi suatu masyarakat, karenanya jangan sampai kita salah memilih pemimpin, baik dalam tingkatan yang paling rendah sepertikepala rumah tanggai, ketua RT, pengurus masjid, lurah dan camat apalagisampai tingkat tinggi seperti anggota parlemen, bupati atau walikota, gubernur, menteri dan presiden

Tidak ada komentar:

Posting Komentar